Selamat hari raya idul fitri 1437 H 😇
Taqaballahumina wa minkum. Minal aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. 🙏 Maafkan segala kesalahan saya baik yang tidak sengaja maupun sengaja kawan. Semoga kita semua diberkahi Allah 🙏🙏🙏 Aamiinn...
- cigit sekeluarga
Selasa, 05 Juli 2016
Lebaran
Senin, 13 Juni 2016
ARTIKEL UAS AGAMA (M. LUTHFI A. -411510021)
Pandangan Agama Islam tentang
Narkoba
Oleh:
Muhammad
Luthfi Ananda
411510021
Narkoba
dan psikotropika adalah zat adiktif yang menjadi masalah di hampir semua negara.
Hal ini disebabkan oleh efek jangka panjang zat zat tersebut yang bisa merusah
sistem syaraf hingga menyebabkan kematian. Disamping itu Narkoba juga membuat
penggunanya ketagihan, sehingga sangat sulit untuk keluar dari belenggu benda
haram tersebut.
Indonesia
termasuk salah satu negara yang mengalami problematika tersebut. Setiap tahun
peredaran Narkoba tidak kunjung berhenti dan bahkan seolah olah semakin
mengganas. Banyaknya kasus penyelundupan dan barang sitaan menjadi bukti
kuatnya perdagangan narkoba di Indonesia. Segala upaya seperti pemberian
hukuman mati sudah dilakukan pemerintah, namun nyatanya para pengguna maupun
pengedar tidak kunjung jera.
Menurut
BNN, rata- rata 50 orang meninggal setiap hari karena narkoba. Narkoba ada hampir
di semua kalangan. Mulai dari orang dewasa, anak- anak, artis, polisi, bahkan pejabat
negarapun tersandung kasus narkoba.
Dalam
artikel ini akan dibahas kaitan agama dengan narkoba. Saya sebagai umat muslim
diajarkan untuk menjauhi narkoba. Banyak dalil yang mengacu pada zat- zat
seperti narkoba
“Semua yang
memabukkan adalah khomer, dan semua yang memabukkan hukumnya haram.” (HR.
Bukhari: 5575 dan Muslim: 2003)
Dari hadits di atas jelas sekali bahwa segala yang
memabukkan hukumnya haram. Jika kita kaitkan dengan masalah narkoba, maka tidak
ada satu jenispun dari narkobayang tidak memabukkan atau menghilangkan
akal manusia. Bahkan ia lebih memabukkan daripada miras. Dengan demikian maka
narkoba dihukumi haram sebagaimana miras.
Selain hadits di
atas masih ada lagi hadits yang dijadikan dalil untuk mengharamkan narkoba
yaitu hadits berikut ini. Nabi bersabda:
“Tidak boleh melakukan perbuatan yang
membahayakan(diri) dan membahayakan(orang lain)”. (HR. Ibn Majahdan Ahmad)
Dalam
Al- Quran juga telah dijelaskan
Hai orang-orang
yang beriman, sesungguhnya (minuman) khamr, judi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan
syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu memperoleh
keberuntungan ( QS. Al-Maidah, 5 : 90 )
“Dan Janganlah kalian menjerumuskan diri kalian dengan tangan
kalian sendiri ke dalam jurang kerusakan.” (QS. Al Baqarah (2): 195)
Narkoba adalah musuh bangsa dan agama. bagaimana
tidak? Masa depan bangsa ini ada di tangan generasi muda, tetapi narkoba justru
banyak merusak generasi muda itu sendiri. Apa yang akan terjadi sepuluh 20 tahun
kedepan jika remaja kita banyak yang terjerembab dalam jurang narkotika? Selain
itu tidak satupun agama di Indonesia yang memperbolehkan penggunaan narkoba.
Solusi yang bisa kita lakukan adalah
memperkuat iman remaja dan memberikan perhatian agar remaja melakukan hal yang
positif. Iman adalah tameng yang paling utama, karena semua agama di Indonesia
melarang penggunaan obat- obatan berbahaya tersebut. Dalam islam sendiri mengkonsumsi
benda yang memabukkan dan merusak tubuh adalah perbuatan yang haram dan akan
mendapatkan dosa jika kita melakukannya. Dengan adanya larangan tersebut dalam
kitab suci remaja islam yang kuat imannya tidak akan mendekati narkoba.
Perhatian dari orang tua dan
lingkungan memiliki peran yang juga amat penting. kebanyakan remaja yang
menggunakan narkoba menggunakan alasan kurang perhatian dari orang tua sehingga
mengikuti pergaulan yang buruk untuk membuktkan diri sendiri. untuk itu
hendaknya orang tua lebih memberikan kasih sayang dan lebih memahami kebutuhan
putra- putrinya.
ARTIKEL UAS AGAMA 411510006
AGAMA, BUDAYA dan KESETARAAN GENDER
Deo Galileo Suherman
411510006
Agama
adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem
budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah
dari kehidupan. Banyak agama memiliki narasi,
simbol,
dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup atau menjelaskan
asal usul kehidupan atau alam semesta. Menurut beberapa perkiraan ada sekitar
4.200 agama di dunia. DI indonesi sendiri ada lima agama yang diakui.
Dalam
artikel ini akan dibahas hubungan antara agama, budaya dan juga keetaraan
gender menurut sudut pandang berbagai agama di Indonesia.
Indonesia
memiliki banyak sekali budaya, mulai dari Sabang hinga Marauke memilik budaya
mereka tersendiri. Indonesia dan budaya tidak bisa dipisahkan. Dengan latar
belakang itu agama diIndonesia masuk melalui penyatuan agama dan budaya. Orang
zaman dahulu sangat sulit untuk menerima agama baru, hal itu membuat para
penyebar agama mencari cara agar agama dapat diterima di masyarakat. Agama
islam juga menggunakan budaya sebaga salah satu cara berdakwa. Banyak sekali
budaya yang melebur menjadi satu dengan agama islam, dan keluar lah istilh
ilsam nusantara. Islam nusantara sendiri memiliki banyak pandangan, mulai dari
pandangan yang setuju tentang istilah islam nusantara sampai pandangan yang
menolak. Ada sangat banyak contoh dari budaya yang menyatu dengan agama yatu
slametan, kenduri, megengan dan masih banyak lagi. Tetapi banyak pula tradisi
yang menyebutkan bahwa itu adalah salah satu kegiatan islam nusantara tapi
tidak sesuai dengan hukum-hukum di
Al-Quran, yaitu cuci keris, memberikan sandingan dan masih banyak lagi yang
tidak sesuai dengan ajaran yang ada di Al-Quran. Jadi suda sepantasnya kita
sebagai umat islam bisa membedakan mana yg sesuai dengan Al-Quran dan mana yang
merupakan perbuatan syiriq.
Doa penghiburan adalah kegiatan agama yang dilakukan
untuk memberikan penghiburan kepada keluarga yang telah ditinggal oleh saudara
atau keluarga kembali kerumah Bapa. Doa penghiburan sendiri biasa diadakan
mulai dari hari pertama berkabung hingga hari jenazah dimakamkan atau sampai 3
hari setelah jenazah dimakamkan. Doa penghiburan sendiri bertujuan untuk
menghibur keluarga yang ditinggalkan. Acara utama dari doa penghiburan sendiri
adalah puj-pujian dan khotbah tentang kematian. Kebiasaan ini hanya dilakukan
di Indonesia atau dengan kata lain adalah budaya yang menjadi satu dengan agama
itu sendiri.
Di dalam alkitab pada
Kejadian 1:27 "Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya,
menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya
mereka" disini berarti bahwa Allah menciptakan manusia baik perempuan dan
laki-laki dengan derajat yang sama dan menurut gambar Allah, disamping itu juga
menekankan bahwa manusia itu sama hakekat dengan Sang Pencipta. Hal ini berarti
bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makluk yang mulia, kudus dan berakal
budi, sehingga manusia bisa berkomunikasi dengan Allah, dan layak untuk
menerima mandat dari Allah untuk menjadi pemimpin dari segala ciptaan Allah.
Dari ungkapan "Segambar" dengan Allah ini yang berarti dimiliki tidak
hanya laki-laki saja akan tetapi juga perempuan, dan keduanya mempunyai status
yang sama. Oleh karena itu tidak dibenarkan adanya diskriminasi atau dominasi
dalam bentuk apapun hanya dikarenakan perbedaan jenis kelamin.
Saat ini pemikiran
bahwa seorang perempuan hanya mengurus 3M (manak, masak, macak) harus
mulai ditinggalkan, dimulai oleh gerakan emansipasi yang dipelopori oleh
Ibu Kartini. Secara global kesetaraan gender di Indonesia mulai diperjuangkan
oleh R.A Kartini yang lahir di Jepara 21 April 1879. Kita semua tahu bagaimana
beliau memperjuangkan hak kesetaraan dengan mendirikan sekolah wanita. Kini hal
kesetaraan sudah lebih memasyarakat di Indonesia. Kita tidak perlu heran bila
melihat ada pejabat di Republik ini diisi oleh kaum perempuan. Contoh paling
dekat adalah adanya Presiden, bupati Kapolsek dan sebagainya. Profesi lain yang
juga merupakan bukti kesetaraan gender yakni kaum perempuan juga sudah diterima
menjadi Sopir Busway.
Minggu, 29 Mei 2016
Artikel UAS AGAMA (M.Sigit Prabowo)
Pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan dalam
Perspektif Agama
Oleh : Muhammad Sigit Prabowo (411510022)
Persoalan lingkungan hidup
adalah persoalan global dan bersifat universal, sebab berbicara tentang
lingkungan hidup, berarti berbicara tentang persoalan yang dihadapi seluruh
umat manusia. Persoalan lingkungan hidup pada umumnya disebabkan oleh dua hal.
Pertama, karena kejadian alam sebagai peristiwa yang harus terjadi sebagai
proses dinamika alam itu sendiri. Kedua, karena ulah dan perbuatan tangan
manusia sendiri, akibatnya alam murka dan terjadilah bencana. Kedua bentuk
kejadian di atas, mengakibatkan ketidakseimbangan pada ekosistem dan
ketidaknyamanan kehidupan makhluk hidup baik manusia, flora maupun fauna.
Ketidakseimbangan dan ketidaknyamanan tersebut dapat dikatakan sebagai bencana
atau kerusakan lingkungan hidup, yang bentuk-bentuknya berupa pencemaran air,
pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati, kerusakan hutan, kekeringan dan
krisis air bersih, pertambangan dan kerusakan lingkungan, pencemaran udara,
banjir lumpur dan sebagainya. Dari sekian banyak persoalan kerusakan lingkungan
hidup , ternyata peran manusia sangat besar dalam menciptakan kerusakan
tersebut dan untuk itu, manusiapulalah yang paling banyak menanggung akibatnya.
Menurut pandangan agama Islam melalui Kitab Suci Al-Quran,
Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia untuk bersikap ramah
terhadap lingkungan. Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia
harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak,
tercemar bahkan menjadi punah, sebab apa yang Allah berikan kepada manusia
semata-mata merupakan suatu amanah. Islam adalah agama yang mengajarkan kepada
umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan
oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut :
1. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam
mengolah lingkungan serta melestarikannya
Di dalam al-Quran surat Ar Ruum ayat 9 Allaah swt
berfirman : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan
memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka?
orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi
(tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan.
Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti
yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi
merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.
Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9
di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam
secara berlebihan yang dikhawatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber
daya alam, sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang.
Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah
lingkungan serta melestarikannya.Mengolah serta melestarikan lingkungan
tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim.
Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang
diriwayatkan oleh Thabrani :Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan
segala usaha yang mampu kamu lakukan. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di
atas prinsip kebersihan. Dan tidak akan masuk syurga, kecuali orang-orang yang
bersih. (HR. Thabrani). Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia
tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk
menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita
terpelihara.Demikian pula, mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal
dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan
kesehatan, disamping juga dapat memelihara peredaran udara yang kita hisap agar
selalu bersih, bebas dari pencemaran.Dalam sebuah Hadits disebutkan :Tiga hal
yang menjernihkan pandangan, yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi
asri, dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. Ahmad)
2. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan
2. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan
Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di
laut akibat ulah manusia. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar).
Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan
sebagai berikut :Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah
telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka)
bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Kedua Firman Allah SWT ini menekankan agar manusia
berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat
kerusakan di muka bumi ini.
Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah, bahwa Nabi pernah bersabda :Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan;
sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi
menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang
yang berteduh. Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat
sumber air. Dari keterangan di atas, jelaslah aturan-aturan agama Islam yang
menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. Semua larangan tersebut
dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain, sehingga
terhindar dari musibah yang menimpahnya.Islam memberikan panduan yang cukup
jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia,
sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir,
longsor, serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas
manusia. Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya
dukung lingkungan bagi kehidupan manusia.
3. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan
Di dalam Surat Huud ayat 117, Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan
membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang
berbuat kebaikan.
Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta, tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah, tumpukan sampah dimana-mana, polusi udara yang tidak terkendali, serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, melainkan penduduknya terdiri dari orang-orang yang tidak berbuat kebaikan terhadap lingkungan.
Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta, tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah, tumpukan sampah dimana-mana, polusi udara yang tidak terkendali, serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, melainkan penduduknya terdiri dari orang-orang yang tidak berbuat kebaikan terhadap lingkungan.
Dalam suatu kisah diriwayatkan, ada seorang
penghuni surga. Ketika ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya
ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. Dia menjawab bahwa selagi di
dunia, ia pernah menanam sebuah pohon. Dengan sabar dan tulus, pohon itu
dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar. Menyadari akan keadaannya yang
miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi, Tidak seorang muslim yang menanam
tanaman atau menyemaikan tumbuh-tumbuhan, kemudian buah atau hasilnya dimakan
manusia atau burung, melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya.
Didorong keinginan untuk bersedekah, maka ia biarkan orang berteduh di
bawahnya, dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya. Sampai ia
meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat
dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal
perjalanan. Burung pun ikut menikmatinya.
Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi, artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus, yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih, indah dan hijau, dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan, apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara, membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya.
Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi, artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus, yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih, indah dan hijau, dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan, apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara, membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya.
Al-Quran tidak mengenal istilah penaklukan alam
karena secara tegas Al-Quran menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk
manusia adalah Allah. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui
bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan
penundukan Allah.
Sedangkan, menurut pandangan
agama Kristen melalui Alkitab
memperingatkan bahwa kerusakan alam selama ini adalah karena ulah dan kejahatan
manusia. Mazmur (107:33-34), misalnya, menyatakan: Dibuat-Nya sungai-sungai
menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang, tanah
yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di
dalamnya. Alkitab sebenarnya tidak pernah menyaksikan bahwa Tuhan memberikan
hak kepada manusia untuk menguasai dan mengusahakan alam dan sumber dayanya
secara eksploitatif dan seenaknya. Sebaliknya, manusia dituntut tanggung
jawabnya untuk memelihara dan mengasihi segala ciptaan-Nya.
Menurut pandangan agama Hindu di dalam Mahabaratha terdapat
keterangan bahwa alam adalah pernberi segala keinginan dan alam adalah sapi
perah yang selalu mengeluarkan susu (kenikmatan) bagi yang
menginginkannya.Ungkapan ini mengandung arti bahwa bumi atau alam yang
diibaratkan sebagai sapi perah harus dipelihara dengan baik sehingga banyak
mengeluarkan kebutuhan yang diperlukan oleh manusia. Kalau sapi perah itu tidak
dipelihara, apalagi dibantai, niscaya ia tidak akan mengeluarkan susu lagi
untuk kehidupan manusia. Dengan kata lain, alam ini apabila dieksploitasi akan
membuat manusia sengsara.
Sementara menurut pandangan
agama Buddha, dalam Karaniyametta
Sutta disebutkan hendaklah ia berpikir semoga semua makhluk berbahagia. Makhluk
hidup apapun juga, yang lemah dan yang kuat tanpa kecuali, yang panjang atau
yang besar, yang sedang, pendek, kecil atau gemuk, yang tampak atau tak tampak,
yang jauh ataupun yang dekat, yang terlahir atau yang akan lahir, semoga semua
makhluk berbahagia. Hal ini mengandung arti bahwa agama Budha menolak
terjadinya pencemaran dan perusakan alam dan segenap potensinya.
Demikianlah artikel ini kami
susun, sebagai bahan renungan bagi kita bersama, dalam rangka meningkatkan
peranan antar umat beragama dalam pelestarian lingkungan hidup dalam perspektif
agama.
Langganan:
Komentar (Atom)
-
SMA Negeri 1 Sangatta Utara adalah salah satu sekolah tingkat atas yang ada di kabupaten Kutai Timur . SMA Negeri 1 Sengata Utara mulai be...
-
Universitas Ma Chung – Malang, Indonesia Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa itu Universitas Ma Chung ? Universitas macam apa itu kok ba...